Pengganti Air Susu Ibu Alami Untuk Bayi dan Dampaknya

Pengganti Air Susu Ibu Alami Untuk Bayi dan Dampaknya

Reeas / 19 Desember 2020

Pengganti air susu ibu yang menjadi makanan alami bayi manusia selama ini lebih menekankan pada keberadaan susu formula yang harganya selangit. Sebenarnya hal ini bukanlah menjadi sebuah masalah besar, karena soal mencari uang banyak bisa kita cari dari login bandar qq 99 Indonesia 2021. Akan tetapi, tahukah anda bahwa air susu ibu sudah seperti layaknya sidik jari manusia yang berguna untuk memberikan identifikasi mengenai pola makan bayi dan sang ibu?

Apabila ada di antara anda punya kerinduan untuk memiliki seorang buah hati, mungkin sudah saatnya untuk mempertimbangkan nasehat bahwa asi adalah makanan terbaik bayi. Lantas, bagaimana nasibnya jika seorang ibu tak dapat memroduksi asi, atau bahkan, menolak untuk menyusui bayinya sendiri karena takut bentuk tubuhnya menjadi jelek?

Pengganti Air Susu Ibu Alami Untuk Bayi dan Dampaknya

Badan PBB khusus kesehatan yaitu WHO menyatakan bahwa ASI merupakan satu – satunya sumber utama dalam memenuhi nutrisi serta energi bagi bayi. ASI akan membantu pembentukan sistem kekebalan tubuh dari penyakit menular, meminimalisir terjadinya penyakit kronis seperti obesitas, serta mencerdaskan pola pikir anak kala beranjak besar.

Selama ini hanya ada dua penyebab bayi harus meminum susu formula; sang ibu tidak bisa mengeluarkan ASI, atau menolak menyusui bayi. Meskipun alasan kedua terdengar cukup kejam, beberapa perusahaan menganggap ini sebagai peluang bisnis baru yang bisa dimanfaatkan menjadi ladang uang di masa depan.

Sebut saja misalnya TurtleTree Labs ataupun Biomilq, keduanya saat ini tengah mencari upaya agar setiap bayi memungkinkan untuk mendapat pemenuhan gizi dari ASI. Yang jelas, nantinya sang bayi tidak harus bergantung lagi pada payudara ibu untuk sekedar mendapatkan ASI walaupun seharusnya memang sudah menjadi hak nya.

Pengganti Air Susu Ibu Awalnya Untuk Membantu Masalah Terkendala Menyusui

Dalam rangka mencari pengganti air susu ibu, susu formula awalnya diciptakan untuk membantu memecahkan masalah bagi mereka yang terkendala menyusui. Deepa Kulkarni, seorang ibu dua anak, telah mampu menerima nasibnya tidak mampu menyusui dan berlapang dada bahwa ia sebenarnya tidak berarti gagal menjadi ibu.

Pada saat pertama kali melahirkan anak pertama, ia mengaku dapat menghasilkan kolostrum walaupun setelahnya ASI miliknya berhenti total. Setelah lahirnya anak kedua, keadaan menjadi semakin lebih parah karena tak lagi mampu menghasilkan air susu ibu selama – lamanya dan sempat membuatnya menjadi pemurung selama beberapa waktu lamanya.

Pengganti Air Susu Ibu Awalnya Untuk Membantu Masalah Terkendala Menyusui

Kolostrum merupakan zat alami yang terkandung dalam payudara ibu hanya dalam tempo terbatas, sekitar beberapa hari setelah melahirkan. Ia memiliki konsistensi jauh lebih tebal dan pekat daripada ASI biasa serta warnanya menyerupai emas kekuningan dan perannya sangat penting untuk tumbuh kembang bayi hingga beranjak dewasa.

Deepa berusaha sekuat tenaga untuk memerah ASI hingga satu bulan penuh dan tetap saja tidak mampu menghasilkan lebih dari 50 ml susu per harinya. Beberapa lama setelahnya, payudara miliknya menjadi kering sama sekali, sehingga langkah pemberian makanan alternatif menjadi pilihan satu – satunya yang dapat ia jalankan.

Kasusnya mengurus anak pertama sempat membuat Deepa kewalahan menjalankan peran barunya sebagai orang tua secara perdana. Namun bukan hanya itu, ia pun harus merasakan tekanan sosial karena dianggap tidak dapat memenuhi ekspektasi standar sebagai seorang ibu pada umumnya, yaitu memberi makan ASI kepada bayinya.

Solusi Baru Sebagai Alternatif ASI Selain Susu Formula

Ketika hendak mempersiapkan diri menjadi orangtua, sebaiknya telah memahami seluk beluk pengganti air susu ibu agar tidak kerepotan di masa depan. Selain itu, perluas wawasan kita dengan membaca artikel mengenai pendidikan anak usia dini yang harus diketahui orang tua supaya nantinya jauh lebih siap menghadapi segala kemungkinan ke depannya.

Susu formula pada dasarnya memiliki bahan baku dari susu sapi yang telah diperkaya dengan berbagai zat maupun nutrisi untuk menunjang tumbuh kembang anak. Hanya saja, susu formula memiliki kelemahan salah satunya yaitu kegagalan dalam mereplika segala kebaikan yang terkandung dalam air susu ibu sehingga hal ini menjadi perdebatan di kalangan para peneliti.

Solusi Baru Sebagai Pengganti Air Susu Ibu

TurtleTree Labs mencoba mencari jalan keluar dengan cara mencangkok sel stem hasil donasi dari ASI sukarelawan yang telah diseleksi ketat. Menggunakan alat khusus bernama bioreaktor, nantinya sel ini akan berkembang menjadi semacam kelenjar susu untuk kemudian mendapat campuran formula khusus.

Pencampuran formula ini akan mengaktifkan kelenjar sehingga masuk ke dalam proses laktasi sehingga bisa bermanfaat secara sempurna untuk bayi. Sebelum siap dipasarkan, susu ini akan melalui tahap penyaringan dan sterilisasi baru ia siap menjadi makanan alternatif konsumsi pengganti air susu ibu.

Biomilq memiliki pendekatan yang berbeda dalam memroduksi kelenjar susu, karena mereka berpendapat bahwa ASI memiliki susunan sangat kompleks. Kandungan seperti asam lemak, bakteri, hormon, protein, hingga gula, menyebabkan para peneliti kesulitan untuk membuat replika yang sama persis dengan air susu ibu alami.

Submit a Comment

:*
:*